Showing posts with label Rumahtangga. Show all posts
Showing posts with label Rumahtangga. Show all posts

Panduan Rumahtangga: Hukum Memanggil Pasangan 'Ummi', 'Ibu', 'Abah', 'Abi' Dan Seangkatannya

Assalamu’alaykum ustadz..

Apa hukumnya memanggil suami/istri dengan sebutan papah/mamah atau umi/abi atau yan sejenis dg itu? Karena saya pernah mendengar bahwa itu dihukumi menyamakan suami/istri dg orang tua, sehingga konsekuensinya seperti berzina dengan orang tua? Bagaimana sunnah mengajarkan etika memanggil pasangan?

Waalaikumussalam Wr Wb


Ummu Fatih yang dimuliakan Allah swt

Pertama :

Perkataan seorang suami kepada istrinya : kamu ummi (ibuku) atau ukhti (saudara perempuanku) atau ya mama mengandung zihar akan tetapi terjadi atau tidaknya zihar tersebut tergantung dari niatnya, berdasarkan sabda Rasulullah saw,”Sesungguhnya amal tergantung dari niat dan tiap-tiap orang tergantung dari apa yang dia niatkan” Muttafaq alaihi

Pada umunya seorang suami mengatakan seperti kata-kata diatas umtuk sebuah kelembutan atau penghargaan sehingga tidak terkategorikan sebuah zihar yang menjadikan istrinya haram bagi suaminya.

Ibnu Qudamah –semoga Allah merahmatinya—didalam kitab “al Mughni (8/6)—mengatakan,”Apabila seseorang mengatakan : Kamu bagai ummi atau seperti ummi dan jika ia meniatkan zihar maka terjadi zihar maka ia adalah zihar, menurut pendapat kebanyakan ulama. Sedangkan jika dia meniatkan sebuah kemuliaan dan penghargaan maka ia bukanlah zihar walaupun seseorang mengatakan : kamu ummi atau istriku ummi.”

Al Lajnah ad Daimah pernah ditanya tentang perkataan sebagian orang kepada istrinya,”Aku saudara lelakimu, kamu saudara perempuanku, maka apa hukumnya?”

Al Lajnah menjawab, ”Apabila seorang suami mengatakan kepada istrinya kamu ukhti, atau kamu ummi atau seperti ummi, atau kamu disisiku seperti ummi atau seperti ukhti maka jika dia menginginkan dengan perkataannya itu seperti apa yang disebutkannya berupa kemuliaan atau adanya hubungan dan kebaikan atau penghormatan atau tidak ada padanya niat atau bukti-bukti yang menunjukkan keinginannya untuk zhihar maka apa yang dikatakannya itu bukanlah zhihar dan tidak dikenakan apa-apa terhadapnya.

Akan tetapi, apabila dengan kata-kata itu atau sejenisnya menginginkan zhihar atau terdapat bukti yang menunjukkan adanya zhihar seperti munculnya kata-kata marah atau murka terhadapnya maka ia adalah zhihar yang diharamkan dan diharuskan baginya bertaubat serta kafarat sebelum dia mencampurinya berupa membebaskan budak. Sedang jika dia tidak mendapatkannya maka diharuskan baginya berpuasa selama dua bulan berturut-turut. Dan jika dia tidak menyanggupinya maka diharuskan baginya memberi makan enam puluh orang. (al Lajnah ad Daimah 20/274)

Kedua :

Sebagian ulama memakruhkan perkataan seorang suami kepada istrinya “Ya Mama atau ya Ukhti.” Berdasarkan riwayat Abu Daud (2210) bahwa seorang lelaki mengatakan kepada istrinya : Ya saudara perempuanku, maka Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,”Saudara perempuanmu kah dia! Beliau pun tidak menyukainya dan melarangnya.”

Yang benar adalah bahwa hal itu tidaklah makruh karena hadits tersebut tidaklah shahih dan telah dilemahkan oleh al Albani didalam “Dhaif Abu Daud”.

Syeikh Ibnu ‘Utsaimin—semoga Allah merahmatinya—pernah ditanya : Apakah dibolehkan bagi seorang suami mengatkan kepada istrinya ‘Ya Ukhti” dengan maksud cinta saja atau “Ya Ummi” dengan maksud cinta semata.

Beliau menjawab,”Ya, dibolehkan bagi seorang suami mengatakan kepadua istrinya : wahai Ukhti atau wahai Ummi atau kata-kata serupa yang menunjukkan rasa sayang dan cinta walaupun sebagian ahli ilmu memakruhkan perkataan suami kepada istrinya dengan ungkapan-ungkapan demikian. Akan tetapi tidaklah ada alasan memakruhkannya karena sesungguhnya amal perbuatan tergantung dari niatnya. Sementara lelaki itu tidaklah meniatkan dengan kata-kata itu bahwa istrinya adalah saudara perempuannya yang diharamkan karena mahramnya. Sesungguhnya ia mengatakan demikian dengan maksud sayang dan cinta kepadanya. Dan segala sesuatu yang menjadi sebab kecintaan diantara suami istri baik yang keluar dari suami maupun istri maka hal itu adalah perkara yang dituntut.” (Fatawa Barnamij Nuur ‘ala ad Darbi” – (Fatawa Sual wa Jawab No. 83386)

Sebagaimana penjelasan diatas bahwa hendaklah panggilan seorang suami terhadap istrinya atau sebaliknya adalah panggilan yang berisi penghormatan atau penghargaan yang dengannya bisa saling menguatkan perasaan cinta dan sayang diantara mereka berdua.

Seperti panggilan Rasulullah shalalllahu ‘alahi wa sallam terhadap istrinya dengan sebutan “wahai Humairo” (Yang kemerah-kemerahan), sebagaimana disebutkan didalam beberapa haditsnya, diantaranya hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah dari Aisyah bahwa Rasulullah bersabda,” Beliau menjawab: "Wahai Humaira, barangsiapa memberi api seakan-akan ia telah bersedekah dengan semua yang telah dimatangkan oleh api itu, barangsiapa memberi garam, seakan-akan ia telah bersedekah dengan semua yang telah dibuat nikmat oleh garam itu, barangsiapa memberi minum seorang muslim satu teguk saat ia mendapatkan air, seakan-akan ia telah membebaskan seorang budak, dan barangsiapa memberi minum seorang muslim satu teguk saat ia tidak mendapatkan air, maka seakan-akan ia telah menghidupkannya."

Meskipun hadits diatas atau hadits-hadits lainnya yang berisi panggilan Rasulullah shalallahu ‘alaihi terhadap istrinya dengan “Wahai Humairo” adalah lemah, sebagaimana disebutkan Syeikh al Albani didalam kitab “as Silsilah adh Dhaifah” namun secara makna panggilan tersebut dapat menyenangkan hati istri dan mengeratkan cinta dan sayang diantara suami istri.

Wallahu A’lam

Sumber: Era Muslim

Panduan Rumahtangga: 10 Alasan Kenapa Dilarang Bercinta Dengan Suami Orang


1. SI DIA TIDAK AKAN BERANI MEMBUAT SEBARANG KOMITMEN DENGAN KAMU

Seorang lelaki yang tidak bahagia dalam rumah tangganya akan pasti terasa amat gembira dengan kehadiran kamu apatah lagi dia terasa dirinya diberi sepenuh perhatian yang mungkin tidak diperoleh dari isterinya sendiri. Pasti saban masa dia akan melahirkan rasa bahagianya berada di sisi kamu. Ini mungkin kelihatan seperti komitmen terhadap masa depan kamu. Tapi, percayalah itu hanyalah kata-kata manis sekadar untuk mendapatkan cinta kamu saja!


2. SANGGUP MENIPU ISTERINYA

Sikapnya yang tak jujur terhadap isterinya sendiri sudah cukup untuk dijadikan bukti jelas kepada kamu sikap sebenar si dia yang tak jujur. Dia sanggup mencari hiburan di luar rumah apabila mendapati ada masalah atau perkara yang tidak memuaskan hatinya di rumah, tanpa cuba untuk mengatasi masalah itu. Tambahan pula, kamu menjadi punca sebenar si dia menipu kepada isterinya. Ingat, si dia mungkin akan mengulangi sikap menipu ini terhadap kamu apabila kamu berdua menghadapi masalah dalam perhubungan kamu kelak.

3. HUBUNGAN SECARA SULIT

Merahsiakan sesebuah perhubungan itu sememangnya suatu perkara yang meletihkan. Melibatkan diri di dalam perhubungan sulit seperti ini akan membuatkan kamu kehilangan keyakinan diri kerana kamu akan ketinggalan dalam pelbagai aspek perhubungan yang indah. Kamu tidak boleh berjalan berdua-duaan dengan bebas dan bangga. Ini kerana kamu akan sentiasa diselubungi oleh perasaan takut dan bimbang. Takut orang lain terlihat kamu berdua-duaan lalu mengadu kepada isteri si dia. Mati kamu kena serang!

4. LELAKI LEBIH BERUNTUNG

Apa yang dimaksudkan di sini, dia dianggap lebih bertuah dalam masa yang sama tetap mempunyai sebuah keluarga yang akan tetap menyayanginya. Sebaliknya dalam diam kamu pula yang mengalami “kerugian” kerana terpaksa berkongsi kasih dengan keluarganya yang sah. Bayangkan, kamu tidak boleh menemaninya ke majlis-majlis formal kerana sudah pasti dia akan membawa isterinya. Kamu hanyalah sebagai teman di kala ingin mengubat kesunyian atau mencari hiburan jika ada masalah di rumah saja! Kamu kena ingat, mereka boleh berkahwin lebih daripada empat!

5. MAMPUKAH KAMU MENCINTAINYA?

Persoalannya, apakah kamu masih sanggup meneruskan perhubungan dengan seorang lelaki yang tidak jujur dan tidak hormat kepada isterinya? Dengan menjalinkan perhubungan secara sulit dengan kamu sudah jelas menunjukkan bahawa dia menganggap perempuan mudah untuk dipikat dan diperlakukan sewenang-wenangnya. Jika dia benar-benar menyayangi dan jujur dengan isterinya, sudah pasti dia sanggup berterus-terang. Alasan untuk tidak melukai hati isterinya bukannya alasan yang kukuh memandangkan dia sememangnya sudah melukai hati isterinya di saat dia menjalinkan hubungan dengan wanita lain!

6. SI DIA AKAN HILANG HORMAT TERHADAP KAMU

Jangan terkejut! Walaupun dia yang jatuh cinta pada kamu dan menarik minat kamu, di dalam hati lelakinya dia pasti akan pandang rendah terhadap wanita seperti kamu yang mudah terpedaya dengan kata-kata lelaki sepertinya. Siapa tahu, mungkin pada awalnya dia sekadar nak “test market” saja. Tak sangka pula kamu benar-benar terpikat. Lelaki pula, mana yang sanggup menolak tuah kan? Dalam keadaan seperti inilah yang selalunya akan timbul soal dipermainkan.

7. PEMUSNAH RUMAH TANGGA ORANG LAIN

Ingat ! Sebagai wanita, kamu seharusnya lebih memahami perasaan dan naluri kaum sejenis kamu. Dengan menjalinkan hubungan dengan suami wanita lain, menunjukkan bahawa kamu tidak menghormati hak kaum kamu sendiri. Bayangkan jika hak kamu diganggu atau cuba dirampas oleh orang lain? Sebaliknya ada pula yang sanggup berkomplot dengan si lelaki untuk menipu isterinya. Ingat, jika hari ini kamu mengambil hak orang lain, tak mustahil orang lain pula akan mengambil hak kamu suatu hari nanti! Renungkan!

8. KAMU MENIPU DIRI SENDIRI

Si dia sentiasa mengucapkan kata-kata manis pada kamu tetapi masih tidak menamatkan perhubungannya dengan isterinya dan pada masa yang sama masih tidak memulakan perhubungan yang sah dengan kamu. Inilah yang dikatakan sebagai “Action that speak louder than words” (pandai cakap tapi buatnya tidak!)

9. BERWASPADALAH DENGAN “BOOMERANG KESALAHAN”

Kebanyakan orang tak kira sama ada wanita tau lelaki mempunyai sikap sukar untuk bertanggungjawab terhadap keputusan dan tindakan yang mereka lakukan secara terburu-buru. Manusia lebih mudah untuk mencari kesalahan orang lain daripada menanggung malu. Jika perbuatan si dia diketahui oleh isterinya atau saudara-mara, jangan terkejut jika dia menyalahkan kamu lalu membuatkan kamu terpaksa menanggung segala derita. Haiiiii Kasih ke mana, sayang ke mana. Tinggal kamu seorang yang menderita !

10. MASA ITU EMAS! DAN KAMU TIDAK SEPATUTNYA MENSIA-SIAKANNYA

Hubungan dengan lelaki yang telah berkahwin boleh berlanjutan selama beberapa tahun. Sedar tak sedar, usia kamu semakin meningkat. Apabila kamu sudah tua baru kamu sedar yang kamu terjerat dan tak boleh melarikan diri lagi. Jika boleh melarikan diri pun, kamu sudah tidak tahu apa yang patut kamu lakukan. Terasa begitu lama kamu mempersiakan zaman muda kamu menjalinkan hubungan yang TAK BERMAKNA!

Panduan Rumahtangga: Peka Bahagian ‘Sensitif’ Tubuh Isteri

Ada sesetengah suami yang cukup peka dengan bahagian ‘sensitif’ pada tubuh isteri. Ibarat menyentuh suis elektrik, bagaikan terkena renjatan! Tetapi ada juga yang kurang peka dengan hal ini. Sesungguhnya sangat penting si suami mengetahuinya, kerana mudah untuk memulakan hubungan intim tanpa perlu bercakap.

Menurut sebuah laporan yang dijalankan, terdapat sepuluh bahagian pada tubuh wanita yang boleh menaikkan rasa berahi dan memuaskan wanita jika pandai di sentuh. Berikut adalah hasil kajian keatas para wanita dengan memberikan skala 1 sehingga 10 (10 paling terangsang).

1. Telinga – 5.06

2. Mulut / Bibir – 7.91

3. Leher – 7.51

4. Belakang tengkuk – 6.20

5. Putting – 7.35

6. Payudara – 7.35

7. Pinggang belakang – 4.73

8. Miss ‘V’ – 8.40

9. Clitoris – 9.17

10. Bahagian dalam peha – 6.70

Sumber: EH!

Panduan Rumahtangga: Posisi jimak yang berbahaya

Untuk menghangatkan perhubungan seks, suami dan isteri berusaha untuk memvariasikan posisi setiap kali bersama. Usaha ini harus dipuji namun, sesetengah posisi tidak digalakkan untuk pasangan mencubanya kerana ia boleh membahayakan anda berdua.

69 Secara Berdiri

Suami akan berdiri dan mengangkat isteri secara terbalik. Posisi ini sangat berbahaya kerana dikhuatiri pasangan yang kepalanya di bawah akan terjatuh dan patah lehernya ketika pasangan yang satu lagi mencapai klimaks.

Cowgirl Sambil Berdiri

Kami tidak tahu sekiranya posisi ini mustahil untuk dilakukan namun begitu ia wujud dan diamalkan oleh sesetengah pasangan barat. Jangan sesekali mencubanya kerana pasangan wanita pasti akan terjatuh sekiranya pasangan lelaki hilang keseimbangan.

Jelly Fish

Berlakon seperti pembunuh bersiri, si suami akan berada di belakang dan menyarungkan beg plastik pada kepala isteri. Ini berbahaya dan boleh membawa maut kerana isteri akan sesak nafas akibat kekurangan oksigen.

Bodybuilder

Suami akan berdiri dan mengangkat isteri, manakala si isteri akan memeluk suami menggunakan kakinya. Sekiranya anda tidak kuat, atau mungkin berat badan isteri melebihi berat badan anda, jangan cuba posisi ini kerana akhirnya, anda berdua pasti terjatuh.

Sumber: Eh!

Panduan Untuk Suami Ketika Isteri Dalam Tempoh Berpantang

Selesai tempoh sembilan bulan membawa perut yang besar, ibu akan melalui proses bersalin dan seterusnya menjalani tempoh berpantang yang bertujuan untuk merawat kembali segala luka yang dialami sepanjang proses melahirkan anak.

Apa pula peranan suami ketika isteri menjalani tempoh berpantang? Bagi suami yang baharu pertama kali menerima kehadiran anak tentu sahaja agak kalut menghadapi situasi isteri berpantang. Justeru, sebaiknya buat persediaan dengan bertanyakan pengalaman orang lain atau pun membaca info tentang perkara itu.

Untuk makluman, keadaan isteri anda selepas bersalin adalah tersangat lemah fizikal dan mentalnya. Bayangkan proses melahirkan anak memerlukan dia mengeluarkan semua tenaga yang ada, sudah tentu keletihan yang akan dilalui selepas itu sangat berganda.

Bahkan wanita selepas bersalin terkenal mempunyai hormon post partum blues atau dalam bahasa mudahnya masalah meroyan. Jika menghadapi tekanan dan kurang mendapat sokongan daripada keluarga dan suami terutamanya maka mudahlah wanita selepas bersalin diserang masalah meroyan.

Kesakitan yang dialami di bahagian jahitan sama ada bersalin secara normal mahu pun pembedahan membuatkan ibu berasa tidak selesa. Ditambah pula dengan masalah kurang tidur kerana bayi meragam asyik menangis di tengah malam. Semua itu perlu diharungi oleh ibu apatah lagi sekiranya melalui tempoh berpantang di kampung dan perlu berjauhan dengan suami yang bekerja.

Ketika ini apa yang diperlukan oleh si isteri adalah sokongan dan perhatian daripada suami. Walaupun anda perlu berjauhan daripada isteri yang berpantang di kampung halaman, ia bukan halangan untuk sentiasa berada di sisi isteri.

Sentiasa hubungi isteri anda dan bertanyakan khabar dirinya. Perhatian dan sikap prihatin anda sedikit sebanyak memberi kekuatan kepadanya. Sekiranya isteri berpantang di rumah sendiri, suami hendaklah ringan tulang membantu pelbagai urusan rumah tangga dan penjagaan ibu dan bayi.

Antara tips yang para suami boleh praktikkan sewaktu isteri sedang dalam pantang ialah:-
******************************************************
1. Para suami, bangunlah lebih awal sebelum isteri bangun dari tidur selama tempoh berpantang. Sediakanlah air mandian untuk isteri anda. Rebuskan daun-daun kayu untuk air mandian si isteri. Biasanya seminggu pertama, digalakkan mandi air rebusan daun ini untuk kembalikan kesegaran badan. Kalau susah nak jumpa daun-daun ubat untuk mandian, cukuplah sekadar menyediakan air suam untuk mandian isteri (bagi yang tak mempunyai water heater). - saya kene bangun awal juga sbb mandi siap2 sebelum baby bangun.

2. Sediakan sarapan untuk isteri seawal mungkin. Sebaiknya lepas solat Subuh, sediakanlah sarapan untuk isteri anda…Kalau boleh, tidak perlu sambung tidur semula…Kalau tak dapat sediakan sarapan yang agak berat, memadai segelas milo dan roti bakar..Pasti isteri anda rasa amat dihargai… - Biasanya 2 minggu selepas melahirkan anak, semua benda disediakan depan mata. Dari sarapan, minum kul 10,makan tengahhari dan seterusnya.. Oh indahnya..Hehehe

3. Cubalah belajar untuk mandikan baby anda walaupun baby anda masih lembut badannya.. Kalaulah anda tiada kemahiran mandikan baby ataupun tak berbakat langsung, sekurang-kurangnya bantulah isteri, ibu atau mentua sediakan air mandian. Bayi biasanya dimandikan dengan air suam untuk elakkan hypothermia. Pada peringkat awal, kawalan suhu badan bayi masih lemah. - Part ini saya memang setuju..Sebabnya saya tak pernah mandikan anak sehingga tali pusatnya tanggal..Takut.. Memang suami mandikan dan siapkan baby. Nasib baik suami memang berani.. Kalau tak sape nak mandikan ko nak oiii? Lepas saya siap sarapan baru saya susukan. Ada ke kawan-kawan yang macam saya gak?

4. Jika kelahiran ini bukan kelahiran yang pertama (maksudnya sudah ada 1-2 anak sebelumnya), pastikan segala urusan anak-anak itu diuruskan. Janganlah diharapkan isteri yang baru melahirkan itu untuk menjaga anak-anak yang lain. Biarkan si isteri berehat sepenuhnya dengan bayi yang baru dilahirkan. Urusan-urusan yang dimaksudkan merangkumi makan-minum, mandi, pakaian sehinggalah menidurkan anak. - Ya betul... Takkan la tengah sakit2 nak kene siapkan baju sekolah anak la,masak la..Tak patut..Tak patut...

5. Sediakan keperluan-keperluan yang sering dianggap remeh, berhampiran isteri seperti sebotol air minuman berserta gelas, tuala, bakul baju kotor, majalah dan buku kegemaran (untuk mengelakkan boring).Ya betul...

6. Sentiasa berada di sisi isteri untuk menghulurkan bantuan apa-apa yang perlu. Jangan sampai isteri terpaksa menjerit-jerit memanggil untuk minta bantuan sedangkan si suami tertidur di depan televisyen selepas menonton astro. - tak perlu ler sentiasa berada kat sisi...Kang lain plak jadinya.. Hahaha..

7. Pastikan persekitaran isteri dan bayi sentiasa bersih dan kemas. Bantu isteri mengumpulkan pakaian kotor dan basuhlah pakaian-pakaian itu. Tidak susah sekiranya anda menggunakan mesin basuh. Jangan harapkan isteri untuk bangun berjalan untuk membasuh dan menyidai pakaian. Dalam tempoh berpantang, yakinkan isteri tugasan membasuh, menjemur dan mengangkat pakaian boleh dilakukan oleh anda. Setakat melipat tu, tak apalah dilakukan oleh isteri sebab ia termasuk dalam kategori kerja ringan. Ya betul... Biasanya lepas 2 minggu tu dah kuat skit, tapi tak boleh la lasak sangat.

8. Sungguhpun anda letih, janganlah ditunjukkan depan isteri. Isteri perlukan semangat untuk pulih dari kesan-kesan melahirkan. Jika suami tiada semangat, sentiasa lesu dan lemah, isteri akan rasa sedih dan mungkin menggalakkan terjadinya kemurungan atau post-partum depression. Ya betul... Suami hepi isteri pun hepi...

9. Ikhlaskan diri menjaga isteri anda kerana dia adalah amanah. Jika sebelum ini isteri menghabiskan lebih 365 hari dalam setahun menjaga makan minum, pakaian anda dan anak2 lain, apalah salahnya memanjakan dia hanya untuk tempoh 40 hari berpantang. Inilah masanya anda buktikan cinta dan kasih sayang anda padanya. Ya betul...

Mungkin sukar untuk menjadi suami yang dapat memenuhi tips di atas…Namun, sekiranya anda para suami, berusaha untuk memberikan yang terbaik untuk isteri dan anak-anak anda…Pasti anda dapat lakukannya dengan mudah…Jika ada para suami yang berkecil hati dengan artikel ini, saya mohon maaf..Niat saya cuma ingin berkongsi kebaikan kepada semua…Sama-samalah kita berubah kea rah yang lebih baik…InsyaAllah…

Sumber

Panduan Rumahtangga: Adab-Adab Bersetubuh Dalam Islam

Sekadar hiasan
Perkara-Perkara Penting Ketika Melakukan Persetubuhan @ jima’

1. Bertaubat dan Memohon Keampunan

Di malam pertama Islam menganjurkan kepada pasangan suami isteri supaya membersihkan diri dari dosa dan noda yang pernah dilakukan sebelum ini sama ada zahir dan batin. Oleh itu mereka disarankan supaya memohon taubat kepada Allah sama ada dengan sembahyang sunat taubat atau beristiqfar kepadanya.Diharapkan pertemuan buat kali pertama,ini benar-benar memberi makna dalam membina kehidupan baru yang dapat mengabdikan diri kepada Allah.

2. Amalan Semasa Masuk Bilik / Rumah

Semasa masuk rumah atau bilik bacalah doa terlebih dahulu iaitu :

اللــــــهُمَّ إنِي أَسْئَلُكَ خَيْرَالمَوْلج وَخَيْرَ المَخْرَج بِاسْمِ الله ولَحَنَا وباسم الله خَرَجْنَا وَعَلَى الله رَبَنَّا تَوَكَّلْنَا
Ertinya : “Wahai Allah, aku pohonkan daripada kamu sebaik-baik tempat masuk dan tempat keluar ini. Dengan nama Allah kami masuk dan dengan nama Allah kami keluar dan kepada Allah kami berserah.”

Dan dahulukan kaki kanan apabila masuk bilik / rumah tersebut.

3. Sembahyang Sunat di Bilik Tidur

Seterusnya apabila suami isteri sudah berada di bilik tidur maka sunat keduanya sembahyang sunat dua rakaat. Selesai sembahyang sunat, bacalah surah Al-Fatihah, surah Al-Ikhlas dan selawat Nabi sebanyak tiga kali dan diiringi dengan doa seperti berikut :

اللــهم بَارِكْ لِي فِي اَهْلِي وَبَارِكْ لَهُمْ اللــــهم اجْمَعْ بَيْنَنَا مَا جَمَعْتَ بِخَيْرٍ وَفرّق بَيْنَنَا اذا فَرَقّتَ بِخَيْرٍ
Ya Allah, berkatilah bagiku di sisiku ahliku, dan berkatilah bagi mereka. Ya Allah, jadikanlah pertemuan kami ini suatu pertemuan yang baik. Dan pisahkanlah kami, andainya perpisahan itu sebagai kebaikan.

Ya Allah, berilah rezeki kepada mereka daripada ku dan berilah rezeki kepada aku daripada mereka. Dan jadikanlah kemesraanku dan kasih sayangku bagi mereka. Dan jadikan kami semua saling cinta mencintai.

4. Beramah Mesra

Selepas itu si suami hendaklah memusingkan badannya dan hadapkan mukanya tepat kepada isterinya dan duduk bertindih peha seraya memberi salam kepadanya.

Ini adalah sebagai mukaddimah untuk berbual mesra antara suami dan isteri supaya ianya benar-benar merasa gembira dan mesra.

5. Meletak tangan kanan di atas ubun-ubun isteri

Selepas itu suami hendaklah meletakkan tangan kanannya di atas ubun-ubun isterinya bertujuan memohon keberkatan dan kebaikan dan bacalah doa seperti berikut:-

اللــــــــــــــهم إني اســـــــــئلك مــِن خَيْرِهَـــــــا وَخَير مَــــا جـــــبلتُهَـــــا عَليْه وأعــــوذبــِك مـِنْ شَـــرهــــــا وشرمــا جبلتها عليــه
Ertinya : Ya Allah, sesungguhnya aku pohon daripada Kamu dari sebaik baiknya barang ciptaan Kamu. Dan aku berlindung dengan kamu daripada seburuk-buruknya dan seburuk-buruk yang telah Kamu ciptakannya.

Adab Melakukan Persetubuhan

- Bersedia dan dalam keadaan selesa

Suami isteri hendaklah memastikan pasangan masing-masing dalam keadaan bersedia, tempat yang selesa dan masa yang sesuai. Suami isteri juga hendaklah mengambil kira dan tidak melakukan hubungan kelamin ketika pasangan berada dalam keadaan berikut;

- Sedang sakit yang memudaratkan
- Keletihan
- Kesedihan
- Kekenyangan (baru lepas makan) atau pun sedang kelaparan.

Ini untuk mengelakkan dari pasangan merasa benci, kecewa, marah, sedih dan tertekan.

- Lucut Pakaian Kesemuanya Di Waktu Bersetubuh

Di antara adab-adab bersetubuh iaitu janganlah mendatangani isterinya selagi isterinya belum melucutkan semua pakaiannya. Kedua-duanya hendaklah berselimut di dalam satu kain selimut sebaik-baiknya kedua-duanya melucutkan pakaian.

Tetapi janganlah kedua-duanya bertelanjang bogel di waktu melakukan persetubuhan kerana kepada Allah sepatutnya kamu lebih-lebih lagi rasa malu. Adalah Rasul (s.a.w) di waktu dia mendatangani isterinya, dia menutupi kepadanya.

Suaranya diperlahankan dan dia berkata “bertenang”. Suami yang hendak mendatangani isterinya, sepatutnya dia dan isterinya tertutup di dalam satu kain selimut. Tidak menjadi soalan sama ada mereka menghadap Kiblat ataupun tidak. Beginilah tegasnya Al Khatab.

- Bercumbu cumbuan

Di antara sunnah Islam ialah bercumbu cumbuan, bersuka ria dan bergurau senda dengan isteri terlebih dahulu. Rasulullah s.a.w. pernah berjenaka atau bergurau senda dengan isteri-isterinya. Beliau menyelami peringkat peringkat akal mereka dalam pekerjaannya dan tingkah laku, sehingga al Nasai, Abu Daud dan Ibn Majah ada meriwayatkan bahawa Rasulullah s.a.w. pernah berlumba lari dengan isterinya `Aisyah menang satu hari dan Rasulullah s.a.w. menang beberapa hari, maka baginda berkata : “Ini lawan itu” Saiyidina Omar, walaupun terkenal kasar pernah berkata bahawa seseorang lelaki sebaiknya menjadi seperti seorang kanak-kanak ketika berada di sisi keluarganya. Apabila mereka menuntut sesuatu daripadanya, hendaklah dia menjadi seorang lelaki. Di dalam dua hadis sahih Bukhari dan Muslim, hadis yang diriwayatkan oleh Jariah bin Wahab al Khazai, bermaksud :

“Apakah kamu mahu mendengar tentang ahli neraka, dia ialah setiap orang yang keras, megah dan angkuh”

Di dalam riwayat Abu Daud : “Tidak masuk syurga orang yang megah dan angkuh”

Maksudnya orang yang bersikap kasar terhadap ahli keluarganya dan angkuh dengan dirinya. Dalam hadis Rasulullah s.a.w. yang diriwayatkan oleh Jabir : “Kenapakah kamu tidak mengahwini anak dara, dia bermesra denganmu dan kamu pula bermesra dengannya”

Tetapi sederhana di dalam beramah-mesra adalah baik seperti sederhana di dalam lain-lain hal juga.

Sunat dimulai dengan menyebut nama Allah s.w.t. atau dengan membaca `Bismillah’ kemudian membaca surah Al-Ikhlas serta membaca takbir “Allahu-Akbar” dan tahlil. Kemudian menyebut :

باسم الله العلي العظيم اللهم اجعلنها ذرية طيبة إن كنت قدرت ان تخرج ذلك من صلبي
“Dengan nama Allah Yang Maha Tinggi Lagi Maha Besar. Ya Allah, jadikanlah dia zuriat yang baik, jika engkau mentakdirkan ianya keluar dari sulbiku”.

Dan baca doa terlebih dahulu sebelum memulakan hubungan kelamin, bagi melindungi mereka dan zuriat mereka dari gangguan syaitan. Doanya seperti berikut;

بسم الله اللهم جنبنا الشيطان وجنب الشيطان ما رزقتنا
Maksudnya: “Dengan nama Allah, wahai Tuhan kami jauhilah kami daripada syaitan dan hindarilah anak yang Engkau anugerahi kepada kami daripada gangguan syaitan.”

Sabda Rasulullah s.a.w. yang diriwayatkan oleh al-Syaikhan (Bukhari dan Muslim), daripada Ibn Abbas”
“Jika seorang dari kamu apabila mendatangi keluarganya (mahu menyetubuhi isterinya) lalu berdoa :

اللـــّــــــــهُمَّ جَنِبْنَا الشَّيْطَانَ وَجَنِّبِ الشَّيْطَانَ مَا رَزَقْتَنَا
Erti maksudnya ialah; “Ya Allah, jauhilah kami dari syaitan dari apa yang Engkau kurniakan untuk kami.“ Jika sekiranya mereka berdua dikurniakan anak, nescaya tidak diganggu oleh syaitan.

Beginilah doa yang tersebut di dalam hadis yang telah diriwayatkan oleh Abdullah bin Abbas r.a. daripada Nabi s.a.w. dengan sabdanya yang berbunyi :

لو كان احدكم إذا أتي اهله قال باسم الله اللهم جنبنا الشيطان وجنب الشيطان ما رزقتنا
Ertinya : “Jikalaulah sesungguhnya siapapun daripada kamu hendak mendatangi isterinya, dia berdoalah : “Dengan nama Allah. Ya Allah ! Jauhilah kami dari syaitan. Dan jauhilah syaitan dari barang yang Kamu kurniakan rezeki kepada kami.” Maka jika dikurniakan bagi keduanya seorang anak, nescaya tidak boleh dirosakkannya oleh syaitan buat selama-lamanya”. (Hadith Riwayat Al-Bukhari)

Ulamak-ulamak fiqh bersalahan pendapat tentang makna “tidak boleh dirosakkannya oleh syaitan buat selama-lamanya.” Ada di antara mereka berpendapat, bahawa syaitan tidak mampu hendak merosakkan akidah anak yang akan dilahirkan nanti. Ertinya syaitan tidak boleh menggoda agama kanak-kanak ini, hingga dia menjadi kafir. Pendapat ini memberi artikulasi masa depan anak yang akan dilahirkan ke dunia. Yang mana dia telah ditulis di masa dia masih di dalam kandungan lagi, bahawa dia akan mati kelak di dalam keimanan. Golongan ulamak yang lain pula berpendapat, bahawa yang dikehendaki dengan hadis tadi, iaitu dengan berkat doa ini, anak yang akan dilahirkan nanti akan menjadi hamba Allah yang ikhlas.

Apabila hampir mengeluarkan mani (inzal), maka katakan di dalam hati tanpa menggerakkan dua bibirmu:

الحمد لله الذي خلق من الماء بشرا فجعله نسبا طهرا وكان ربك قديرا
“Segala pujian bagi Allah yang menciptakan manusia dari air, lalu ia jadikan manusia itu punya keturunan dan musaharah (hubungan kekeluargaan melalui perkahwinan seperti menantu, ipar dan lain-lain). Tuhanmu Maha Berkuasa”

- Kemudian dia mengelakkan diri dari mengadap qiblat. Dia tidak mengadap ke arah qiblat kerana dia seorang yang berjunub, sebagai menghormati qiblat.

- Kemudian apabila si suami mahu menamatkan persetubuhan itu, hendaklah dia perlambatkan sedikit untuk memberi peluang kepada isterinya sampai ke puncaknya, kerana inzal atau pancutan mani si isteri mungkin terlewat dan merbahaya kepada syahwatnya …

Kemudian jika terlalu lambat mungkin menyakitkan isterinya pula. Ketidaksamaan di segi tabiat inzal ini akan menimbulkan kegelisahan, sekalipun suami mendahului, isterinya, sebaliknya persamaan masa inzal lebih melazatkan. Kalau suami berdiam diri selepas inzal, mungkin isterinya malu walaupun dia (isteri) belum sampai ke peringkat tersebut.

Persetubuhan patut dilakukan empat malam sekali, jika suami mampu berbuat demikian. Itu lebih adil, difahamkan daripada bilangan isteri yang dibenarkan kahwin seramai empat orang. Boleh pula dikurangkan dari kadar tersebut. Ya, sebenarnya boleh ditambah atau dikurangkan mengikut kadar keperluan dalam menjaga diri melalui perkahwinan, kerana menjaga diri melalui perkahwinan itu menjadi kewajipan.

- Memberi penghargaan – Suami isteri digalakkan mengucap syukur pada Allah S.w.t kerana diberi nikmat dan kepuasan dalam melakukan hubungan kelamin. Suami isteri juga harus saling berterima kasih kepada pasangan dengan ucapan, ciuman dan pelukan. Penghargaan yang diberi akan menyuburkan kasih sayang dan meningkatkan kendiri (self esteem).

- Bersederhana – Hubungan kelamin @ jima’ yang baik ialah yang dilakukan dalam keadaan sederhana mengikut keperluan dan kemampuan suami isteri sama ada dari segi kekerapan ataupun teknik yang digunakan.

Suami isteri dilarang melakukan hubungan kelamin yang boleh memudaratkan kesihatan dan emosi seperti menyiksa dan memukul pasangan sebelum melakukan jima’. Pasangan suami isteri dinasihatkan tidak menonton video lucah atau meniru aksi yang bertentangan dengan nilai kemanusiaan.

- Tidak menyebarkan rahsia – Suami isteri haram menyebarkan rahsia hubungan kelamin kepada orang lain walau dengan apa cara sekalipun.

Rasulullah S.a.w bersabda yang maksudnya, “Sesungguhnya sejahat-jahat manusia di sisi Allah pada hari Kiamat ialah seorang lelaki yang melepaskan hajatnya kepada isterinya dan isterinya melepaskan hajatnya kepadanya kemudian dia menyebarkan rahsia itu.” (Hadith Riwayat Muslim)



Sebagai kesimpulan lihatlah perkara-perkara seperti berikut :

A. Sunat-sunat dalam melakukan Persetubuhan

1. Suci daripada hadas kecil, tegasnya sunat terlebih dahulu mengambil air sembahyang.

2. Mandi dan memakai wangi-wangian.

“Sesungguhnya Allah itu baik dan menyukai kebaikan, bersih dan menyukai kebersihan”. (Hadith Riwayat Tirmizi)

3. Memakai pakaian yang mengghairahkan tegasnya pakaian menimbulkan nafsu syawat (lelaki atau perempuan).

4. Sunat melakukan persetubuhan pada hari Jumaat atau malamnya, malam Khamis dan malam Isnin.

5. Sunat bersetubuh diwaktu sihat, jangan waktu terlalu lapar atau terlalu kenyang.

6. Sunat bersetubuh dengan bersenda gurau dan bermain-main terlebih dahulu supaya dapat membangkitkan syawat seterusnya jika memperolehi anak, insyaAllah akan cerdik (berakal). Kemesraan mesti ada, dan proses ini penting untuk mengurangkan kesakitan, perasaan gemuruh, gementar, malu, takut dan rasa tertekan.

7. Sunat bersetubuh dalam satu selimut dan di atas satu hamparan elakan daripada telanjangbogel tanpa penutup kain.

8. Sunat membaca bismillah dan doa sebelum dan sesudah bersetubuh.

9. Selesai bersetubuh sunat disegerakan mandi junub jika tidak dapat dilakukan atas sebab-sebab tertentu sunat membasuh kemaluan dan mengambil air sembahyang (wuduk).

Imam Al-Ghazali berkata : “Setengah ulamak menyatakan sunat bersetubuh pada hari Jumaat dan Malamnya, berpandukan salah satu ta’wil daripada sabda Rasulullah s.a.w. bermaksud “Allah merahmati orang yang mandi dan memandikan isteri (Pada hari Jumaat)”.

B. Perkara Yang Makruh dalam Persetubuhan

1. Makruh jima’ pada malam dua hari raya dan pada awal pertengahan (tanggal 15) dan akhir tiap-tiap bulan Islam.

2. Makruh jima’ di bawah matahari atau bulan mengambang.

3. Makruh jima’ selepas solat zohor hingga ke petang.

4. Makruh lelaki melihat faraj isterinya dan perempuan melihat zakar suaminya boleh mewarisi buta.

5. Makruh jima’ jika dapat dilihat atau didengar orang malah haram sekiranya sengaja dilihat orang.

Ada pendapat yang mengatakan : Bahawa makruh bersetubuh tiga malam dalam bulan Islam, iaitu malam yang pertama, malam yang akhir dan malam pertengahan bulan. Dikatakan bahawa kenyataan tersebut adalah mengikut pendapat Ali, Mu’awiah dan Abu Hurairah.

Fatwa sahabat bukanlah merupakan satu hujah syara’ yang diwajibkan mengikutinya, jika fatwa tersebut tidak disandarkan kepada Rasulullah s.a.w. Ini adalah pendapat jumhur (kebanyakan) ulama.

Ada juga ulama’ berpendapat makruh bersetubuh pada malam pertama hari raya Aidl Fitri dan Aidil Adha.

والله أعلم


Panduan Rumahtangga: 13 Perkara Seksi Isteri Yang Digemari Suami

PERKARA SEKSI YANG DISUKAI SUAMI

1. Isteri yang menyikat atau mengusap rambut sebelum hendak tidur.

2. Waktu isteri mengejutkan mereka pada waktu pagi.

3. Isteri yang baru sahaja selesai mandi.

4. Ketika rambut isteri mereka masih kelihatan basah.

5. Suara isteri mereka apabila terjaga tidur pada waktu tengah malam. Disebabkan perkara ini ada sesetengah suami menyatakan mereka suka mengejutkan isteri mereka pada waktu tengah malam hanya untuk mendengar suara manja isteri mereka.

6. Mengusap atau bermain dengan perut isteri mereka.

7. Isteri bijak yang memiliki ilmu pengetahuan yang luas.

8. Isteri yang suka memusingkan hujung rambut mereka menggunakan jari. (ia termasuk juga tabiat-tabiat pelik yang lain seperti menggigit kuku, menyanyi didalam bilik mandi, atau sebagainya yang boleh membuatkan suami merasakan anda soerang yang comel)

9. Isteri yang berkongsi minat dengan mereka walaupun sebenarnya isteri mereka tidak berminat mengenai sesuatu aktiviti itu. Hanya melibatkan diri untuk menemani suami mereka.

10. Potongan rambut isteri yang memenuhi citarasa mereka.

11. Cara isteri mereka yang tersendiri untuk menghadapi sesuatu situasi.

12. Bau badan semulajadi isteri mereka.

13. Layanan istimewa yang isteri mereka berikan.

Perkara seksi yang disukai suami bukan sahaja mengenai cara pemakaian yang seksi, barangan alat solek dan sebagainya, tetapi ia mempunyai faktor lain yang mampu untuk menarik perhatian mereka. Mungkin ada sesetengah wanita yang masih tidak sedar mengenai perkara ini.

www.panduanintim.blogspot.com

Panduan Rumahtangga: Perkara Yang Boleh Merosakkan Keharmonian Pernikahan

A. Suami :

1. Suami tidak menjadi pemimpin dengan baik akibatnya saling melukai.
2. Suami gagal menjadikan isteri no satu dalam hidupnya.
3. Suami suka membandingkan isteri dengan wanita lain.
4. Suami kurang kontrol emosi
5. Suami gagal memuji hal-hal kecil yang dilakukan Isteri.
6. Suami tidak terima pendapat Isteri.
7. Suami tidak pernah minta maaf ketika berbuat salah.

B. Isteri :

1. Isteri tidak menghargai Suami sebagai ketua rumah tangga.
2. Isteri gagal menundukkan diri kepada Suami.
3. Isteri gagal menampilkan sopan santun
4. Isteri gagal menunjukan rasa syukur kepada Suami.
5. Isteri suka membantah ucapan suami.

C. Keperluan seorang Suami :

1. Nafkah batin (tempat tidur).
2. Isteri sebagai sahabat.
3. Rumah yang bersih dan rapi.
4. Isteri yang sentiasa senyum.
5. Saling menghargai.

D. Keperluan seorang Isteri :

1. Kasih sayang dan dihargai.
2. Diajak berbincang di waktu kusut.
3. Jujur dan terbuka serta setia.
4. Dicukupkan keperluan sehari-harinya.
5. Komitmen terhadap keluarga.

Ingat..Ketua keluarga yang berjaya dalam mengurus keluarga maka kejayaan yang lain akan mengikuti.

Ketua keluarga yang gagal dalam keluarga maka kegagalan yang lain pun akan mengikuti.

Kebahagiaan pernikahan memerlukan perjuangan yang tidak kenal lelah,dan memerlukan kehadiran dan pertolongan Allah.

Berbahagialah mereka yang benar-benar menikmati hidup rumah tangga yang aman dan damai,meskipun itu harus diperoleh dengan cucuran air mata.

Belaian tangan suami adalah ibarat emas bagi isteri.

Senyum manis sang isteri adalah permata bagi suami.

Kesetiaan suami adalah mahkota bagi isteri.

Keceriaan isteri adalah ibarat permata di hati suami.

Perbaikilah apa yang perlu diperbaiki sekarang sebelum terlambat.

Cintailah pasangan yang telah dipilih-Nya untuk hidupmu.

Bagi yang belum Menikah..Semoga ini boleh menjadi bekal kelak

Semoga kita boleh menjadi Suami Soleh dan Isteri Solehah.

Aamiin ya Rabbal'alamin..

Panduan Rumahtangga: 10 Silap Besar Isteri Terhadap Suami

Rumahtangga adalah satu bentuk hubungan mesra diantara seorang lelaki dan wanita sebagai suami dan isteri dalam perjalanan menuju kebahagiaan dalam kehidupan dan untuk mendapatkan redha Allah.

Tetapi ramai yang tidak menyedari akan beberapa perkara yang merupakan satu kesilapan besar dilakukan oleh isteri terhadap suami mereka.

1. Menuntut keluarga yang ideal dan sempurna

Sebelum menikah, seorang wanita membayangkan pernikahan yang begitu indah, kehidupan yang sangat romantis sebagaimana ia baca dalam novel mahupun ia saksikan dalam drama sinetron.

Ia memiliki gambaran yang sangat ideal dari sebuah pernikahan. Segala masalah dalam perkahwinan seperti perselisihan pendapat, masalah kewangan, dan masalah anak-anak seolah-olah tidak difikirkannya.

Ia hanya membayangkan yang indah-indah dan seronok dalam sebuah perkahwinan.

Akhirnya, ketika ia menghadapi semua itu, ia tidak bersedia. Ia tidak mampu menerima keadaan itu, dan selalu menuntut suaminya agar keluarga yang mereka bina sesuai dengan gambaran ideal yang senantiasa diimpikan sejak muda.

Seorang wanita yang hendak menikah, alangkah baiknya jika ia melihat suasana perkawinan dengan pemahaman yang lebih terperinci, beserta masalah yang ada di dalamnya.

2. Nusyus (tidak taat kepada suami)

Nusyus adalah sikap membangkang, tidak patuh dan tidak taat kepada suami. Wanita yang melakukan nusyus adalah wanita yang melawan suami, melanggar perintahnya, tidak taat kepadanya, dan tidak ridha pada kedudukan yang Allah Subhanahu wa Ta’ala telah tetapkan untuknya.

Nusyus memiliki beberapa bentuk, diantaranya adalah:

- Menolak ajakan suami ketika mengajaknya ke tempat tidur, dengan terang-terangan maupun secara samar.
- Mengkhianati suami, misalnya dengan menjalin hubungan gelap dengan lelaki lain.
- Memasukkan seseorang yang tidak disenangi suami ke dalam rumah tanpa izin.
- Lalai dalam melayani suami
- Membazir dan membelanjakan wang pada yang bukan tempatnya
- Menyakiti suami dengan tutur kata yang buruk, mencela, dan mengejeknya
- Keluar rumah tanpa izin suami
- Menyebarkan dan mencela rahsia-rahsia suami.

Seorang isteri solehah akan senantiasa menempatkan ketaatan kepada suami di atas segala-galanya. Tentu saja bukan ketaatan dalam kedurhakaan kepada Allah, kerana tidak ada ketaatan dalam maksiat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Ia akan taat walau dalam situasi apapun, senang mahupun susah, suka ataupun duka.

Ketaatan isteri seperti ini sangat besar pengaruhnya dalam menumbuhkan cinta dan memelihara kesetiaan suami.

3. Tidak menyukai keluarga suami

Terkadang seorang isteri menginginkan agar seluruh perhatian dan kasih sayang sang suami hanya tercurah pada dirinya. Tak boleh sedikit pun waktu dan perhatian diberikan kepada selainnya. Termasuk juga kepada orang tua suami.

Padahal, di satu sisi, suami harus berbakti dan memuliakan orang tuanya, terlebih ibunya.
Salah satu bentuknya adalah cemburu terhadap ibu mertuanya.

Ia menganggap ibu mertua sebagai pesaing utama dalam mendapatkan cinta, perhatian, dan kasih sayang suami. Terkadang, sebahagian isteri berani menghina dan merendahkan orang tua suami, bahkan ia tak jarang berusaha merayu suami untuk berbuat durhaka kepada orang tuanya.

Terkadang isteri sengaja mencari-cari kesalahan dan kelemahan orang tua dan keluarga suami, atau membesar-besarkan suatu masalah, bahkan tak segan untuk memfitnah keluarga suami.

Ada juga seorang isteri yang menuntut suaminya agar lebih menyukai keluarga isteri, ia berusaha menjauhkan suami dari keluarganya dengan berbagai cara.

Ikatan pernikahan bukan hanya menyatukan dua insan dalam sebuah perkahwinan, namun juga ‘pernikahan antara keluarga’. Kedua orang tua suami adalah orang tua isteri, keluarga suami adalah keluarga isteri, demikian sebaliknya. Menjalin hubungan baik dengan keluarga suami merupakan salah satu keharmonian keluarga. Suami akan merasa tenang dan bahagia jika isterinya mampu meletakkan dirinya dalam kelurga suami. Hal ini akan menambah cinta dan kasih sayang suami.

4. Tidak menjaga penampilan

Terkadang, seorang isteri berhias, berdandan, dan mengenakan pakaian yang indah hanya ketika ia keluar rumah, ketika hendak menghadiri undangan, ke pejabat, mengunjungi saudara maupun teman-temannya, pergi ke tempat perbelanjaan, atau ketika ada acara lainnya di luar rumah.

Keadaan ini sungguh berbalik ketika ia di depan suaminya. Ia tidak peduli dengan tubuhnya yang kotor, cukup hanya mengenakan pakaian seadanya: terkadang kotor, lusuh, dan berbau, rambutnya kusut masai, ia juga hanya mencukupkan dengan aroma dapur yang menyengat.

Jika keadaan ini terus menerus dipelihara oleh isteri, jangan hairan jika suami tidak balik di rumah, ia lebih suka menghabiskan waktunya di luar rumah. Semestinya, berhiasnya dia lebih ditujukan kepada suami. Janganlah keindahan yang telah dianugerahkan oleh Allah diberikan kepada orang lain, padahal suami nya di rumah lebih berhak untuk itu.

5. Kurang berterima kasih

Tidak jarang, seorang suami tidak mampu memenuhi keinginan si isteri. Apa yang diberikan suami jauh dari apa yang ia harapkan. Ia tidak puas dengan apa yang diberikan suami, meskipun suaminya sudah berusaha secara sebaik mungkin untuk memenuhi keperluan keluarga dan keinginan-keinginan isterinya.

Isteri kurang bahkan tidak memiliki rasa terima kasih kepada suaminya. Ia tidak bersyukur atas kurnia Allah yang diberikan kepadanya melalui suaminya. Ia senantiasa merasa sempit dan kekurangan. Sifat bersyukur dan redha terhadap apa yang diberikan Allah kepadanya sangat jauh dari dirinya.

Seorang isteri yang solehah tentunya mampu memahami tahap kemampuan suami. Ia tidak akan membebani suami dengan sesuatu yang tidak mampu dilakukan suami. Ia akan berterima kasih dan mensyukuri apa yang telah diberikan suami. Ia bersyukur atas nikmat yang dikurniakan Allah kepadanya, dengan bersyukur, insya Allah, nikmat Allah akan bertambah.

“Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.”

6. Mengingkari kebaikan suami

“Wanita merupakan kebanyakan penduduk neraka.”

Demikian disampaikan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam setelah solat gerhana ketika terjadi gerhana matahari.

Ajaib !! wanita sangat dimuliakan di mata Islam, bahkan seorang ibu memperoleh hak untuk dihormati tiga kali lebih besar berbandingayah. Seseorang yang dimuliakan, namun malah menjadi penghuni kebanyakan neraka. Bagaimana ini terjadi?

“Kerana kekufuran mereka,” jawab Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam ketika para sabahat bertanya mengapa hal itu boleh terjadi. Apakah mereka mengingkari Allah?

Bukan, mereka tidak mengingkari Allah, tapi mereka mengingkari suami dan kebaikan-kebaikan yang telah diperbuat suaminya. Andaikata seorang suami berbuat kebaikan sepanjang masa, kemudian seorang isteri melihat sesuatu yang tidak disenanginya dari seorang suami, maka si isteri akan mengatakan bahwa ia tidak melihat kebaikan sedikitpun dari suaminya. Demikian penjelasan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dalam hadits yang diriwayatkan Bukhari (5197).

Mengingkari suami dan kebaikan-kebaikan yang telah dilakukan suami!!

Inilah penyebab banyaknya kaum wanita berada di dalam neraka. Mari kita lihat diri setiap kita, kita saling mengingati, apa dan bagaimana yang telah kita lakukan kepada suami-suami kita?

Jika kita terbebas dari yang demikian, alhamdulillah. Itulah yang kita harapkan. Berita gembira untukmu wahai saudariku.

Namun jika tidak, kita (sering) mengingkari suami, mengingkari kebaikan-kebaikannya, maka berhati-hatilah dengan apa yang telah disabdakan oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Bertaubat, satu-satunya pilihan utuk terhindar dari pedihnya siksa neraka. Selama matahari belum terbit dari barat, atau nafas telah ada di kerongkong, masih ada waktu untuk bertaubat. Tapi mengapa mesti nanti? Mengapa mesti menunggu sakaratul maut?

Janganlah engkau katakan besok dan besok wahai saudariku; kejarlah ajalmu, bukankah engkau tidak tahu bila engkau akan menemui Robb mu?

“Tidaklah seorang isteri yang menyakiti suaminya di dunia, melainkan isterinya (di akhirat kelak): bidadari yang menjadi pasangan suaminya (berkata): “Jangan engkau menyakitinya, kelak kamu dimurkai Allah, seorang suami bagimu hanyalah seorang tamu yang bolah segera berpisah dengan kamu menuju kami.” (HR. At Tirmidzi, hasan)

Wahai saudariku, mari kita lihat, apa yang telah kita lakukan selama ini, jangan pernah bosan dan henti untuk muhasabah diri, jangan sampai apa yang kita lakukan tanpa kita sedari membawa kita kepada neraka, yang kedahsyatannya tentu sudah Engkau ketahui.

Jika suatu saat, muncul sesuatu yang tidak kita sukai dari suami; janganlah kita mengingkari dan melupakan semua kebaikan yang telah suami kita lakukan.

“Maka lihatlah kedudukanmu di sisinya. Sesungguhnya suamimu adalah syurga dan nerakamu.” (HR.Ahmad)

7. Mengungkit-ungkit kebaikan

Setiap orang tentunya memiliki kebaikan, tak terkecuali seorang isteri. Yang jadi masalah adalah jika seorang isteri menyebut kebaikan-kebaikannya di depan suami dalam rangka mengungkit-ungkit kebaikannya semata.
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima).” [Al Baqarah: 264]

Abu Dzar radhiyallahu ‘Anhu meriwayatkan, bahwasanya Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, “Ada tiga kelompok manusia dimana Allah tidak akan berbicara dan tak akan memandang mereka pada hari kiamat. Dia tidak mensucikan mereka dan untuk mereka adzab yang pedih.”

Abu Dzar radhiyallahu ‘anhu berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakannya sebanyak tiga kali.” Lalu Abu Dzar bertanya, “Siapakah mereka yang rugi itu, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Orang yang menjulurkan kain sarungnya ke bawah mata kaki (isbal), orang yang suka mengungkit-ungkit kebaikannya dan orang yang suka bersumpah palsu ketika menjual. ” [HR. Muslim]

8. Sibuk di luar rumah

Seorang isteri terkadang memiliki banyak kesibukan di luar rumah. Kesibukan ini tidak ada salahnya, asalkan mendapat izin suami dan tidak sampai mengabaikan tugas dan tanggung jawabnya.

Jangan sampai aktivit tersebut melalaikan tanggung jawab nya sebagai seorang isteri. Jangan sampai amanah yang sudah dipikulnya diabaikan.

Ketika suami pulang dari mencari nafkah, ia mendapati rumah belum beres, pakaian belum dicuci, hidangan belum siap, anak-anak belum mandi, dan lain sebagainya. Jika hal ini terjadi terus menerus, boleh jadi suami tidak balik di rumah, ia lebih suka menghabiskan waktunya di luar atau di pejabat.

9. Cemburu buta

Cemburu merupakan tabiat wanita, ia merupakan suatu ekspresi cinta. Dalam batas-batas tertentu, dapat dikatakan wajar bila seorang isteri merasa cemburu dan memendam rasa curiga kepada suami yang jarang berada di rumah. Namun jika rasa cemburu ini berlebihan, melampaui batas, tidak meunasabah dan hanya berasal dari sangkaan buruk; maka rasa cemburu ini dapat berubah menjadi cemburu yang tercela.

Cemburu yang disyariatkan adalah cemburunya isteri terhadap suami kerana kemaksiatan yang dilakukannya, misalnya: berzina, mengurangi hak-hak nya, menzaliminya, atau lebih mendahulukan isteri lain berbanding dirinya. Jika terdapat tanda-tanda yang membenarkan hal ini, maka ini adalah cemburu yang terpuji. Jika hanya dugaan belaka tanpa fakta dan bukti, maka ini adalah cemburu yang tercela.

Jika kecurigaan isteri berlebihan, tidak berdasar pada fakta dan bukti, cemburu buta, hal ini tentunya akan mengundang kekesalan dan buruk sangka suami. Ia tidak akan pernah merasa aman ketika ada di rumah. Bahkan, kemungkinan, si suami akan melakukan atau mengambil kesempatan seperti mana sangkaan isteri terhadapnya.

10. Kurang menjaga perasaan suami

Kepekaan suami mahupun isteri terhadap perasaan pasangannya sangat diperlukan untuk menghindari terjadinya konflik, kesalahfahaman, dan perasaan tersinggung.

Seorang isteri hendaknya senantiasa berhati-hati dalam setiap ucapan dan perbuatannya agar tidak menyakiti perasaan suami, ia mampu menjaga lisannya dari kebiasaan mencaci, berkata keras, dan mengkritik dengan cara keterlaluan. Isteri selalu berusaha untuk menampakkan wajah yang ramah, menyenangkan, tidak bermuka masam, dan menyejukkan ketika dipandang suaminya.

Demikian beberapa kesalahan-kesalahan isteri yang kebanyakannya dilakukan kepada suami yang sepatutnya kita hindari agar suami semakin sayang pada setiap isteri. Semoga keluarga kita menjadi keluarga yang sakinah, mawadah, warohmah.

Aamiiin.

Semoga bermanfaat

www.panduansuamisteri.blogspot.com